Breaking

Jumat, 29 Mei 2020

Ketam Kenari Harus Menjadi Komoditi Ekspor Papua

Ketam Kenari Harus Menjadi Komoditi Ekspor Papua

Penangkaran Ketam Kenari yang menjadi usaha kelompok masyarakat Pulau Mansinam merupakan program Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Manokwari sebagai usaha peningkatan ekonomi masyarakat setempat.

Kepala Dinas Perhubungan, Kelautan, dan Perikanan Kabupaten Manokwari, Alberth Simatupang, mengatakan, penangkaran ketam kenari dimaksudkan untuk menjaga habitat dan ketam kenari dari kepunahan.

"Kalau kita tidak buat penangkaran, akan punah ketam kenari ini," kata Simatupang.

Simatupang menjelaskan, penangkaran itu dikelola oleh kelompok masyarakat Kampung Mansinam sendiri. Bahkan sampai saat ini masyarakat setempat sudah memasarkan hasil ketam tersebut.

"Ini penangkaran ketam kenari berjalan sudah satu tahun dan telah dipasarkan. Untuk pemasarannya sendiri, dinas belum melakukan penjajakan karena masih dalam tahap uji" katanya.

Pasaran itu sendiri lebih banyak diminati oleh orang China. Bahkan satu ekor ketam kenari seharga Rp 200 ribu, kata Simatupang.

Sesuai survei dari dinas, ternyata ketam kenari paling banyak dan potensial hanya di Pulau Mansinam. Artinya habitat ketam kenari hanya ada di Pulau Mansinam. Dia menambahkan, jika ke depan potensi ketam kenari makin tinggi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Pulau Mansinam, pihaknya akan melakukan pengembangan.

"Jadi sekarang ini masih tahap uji coba dalam jangka pendek dan jangka panjang, sehingga setiap tahun kami evaluasi dari hasil produksinya" tambah Simatupang.

Sementara Anggota Komisi C DPRD Manokwari, Orpa Tandiseno mengapresiasi penangkaran ketam kenari yang diprogram ditengah masyarakat Pulau Mansinam.

Menurut Orpa, program tersebut untuk membudidayakan ketam kenari guna meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Oleh karena itu, pemeliharaan ketam kenari harus mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Di samping itu, Orpa sarankan kepada dinas terkait untuk menjajaki lokasi lainnya di kabupaten Manokwari untuk melihat potensi ketam kenari tersebut.

"Apalagi ini kegunaannya langsung dirasakan masyarakat, terutama masyarakat asli Papua. Ini di pulau jadi sangat berguna untuk masyarakat," sebutnya.

Dari sisi lainnya, Tandiseno melihat selain ketam kenari, pariwisata di lokasi itu juga dapat dikembangkan, sehingga selain berwisata orang yang datang juga bisa belajar cara mengembangkan ketam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar