Breaking

Kamis, 09 April 2020

Papua perpanjang pembatasan sosial

Papua perpanjang pembatasan sosial

Pemerintah Provinsi Papua memutuskan untuk menaikan status siaga darurat menjadi tanggap darurat penanganan virus corona di Provinsi Papua selama 28 hari kedepan, terhitung sejak tanggal 09 April hingga 06 Mei 2020.

Selama siaga darurat tersebut, Pemerintah Provinsi Papua juga akan melanjutkan pembatasan akses masuk dan keluar Papua hingga dua pekan kedepan.

“Dengan status tanggap darurat tersebut, maka pembatasan orang dari dan keluar Papua melalui bandara dan pelabuhan diperpanjang dari tanggal 09 – 23 April 2020. Selama pembatasan ini berlangsung, tidak diijinkan ada penerbangan komersil maupun kapal yang masuk ke papua,” tegas Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal di Gedung Negara, Kota Jayapura, Rabu (8/4) sore.

“Sementara untuk penerbangan cargo yang membawa logistik, obat-obatan, tenaga kesehatan, dan keamanan akan tetap beroperasi normal,” tambahnya.

Selain itu, pemerintah memutuskan untuk memperpanjang libur sekolah dan bekerja dari rumah bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dari tanggal 14-23 April 2020. Selanjutnya membatasi jam aktivitas masyarakat di seluruh Papua, yakni hanya 8 jam.

“Seluruh pasar, toko, kios, mall dan swalayan hanya beraktivitas 8 jam dari jam 06.00-14.00 WIT, serta menutup seluruh tempat wisata dan tempat hiburan malam. Sementara apotik, rumah sakit, puskesmas dan dokter praktek tetap buka seperti biasanya,” terangnya.

Klemen menambahkan, pemerintah juga akan melakukan penindakan tegas kepada warga yang masih berkumpul dan melakukan aktivitas yang mengumpulkan banyak orang.

“Kita akan melakukan tindkan tegas kepada warga yang masih melanggar anjuran pemerintah dengan berkumpul. Aparat akan melakukan patroli setiap har untuk membubarkan kerumunan warga,” jelasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar